Edgar memakai setelan kaos yang cukup besar dengan sebuah celana pendek selutut. Karena sudah mengiyakan permintaan Luke kemarin, mau tak mau hari ini ia mengajak ibu dan anak itu ke suatu tempat. Sebenarnya ia tidak merasa rugi sih, justru beruntung. Karena ia bisa menghabiskan waktu lebih lama lagi bersama Hazel dan Luke. Pria itu mengemudikan kuda besinya menuju rumah sang pujaan hati. Sesampainya di halaman rumah Hazel, Edgar mengurungkan niatnya untuk turun karena Hazel dan Luke sudah keluar dari rumah dengan membawa sebuah tas kecil. Edgar menurunkan kaca mobilnya dan memberi instruksi pada keduanya untuk langsung masuk. “Selamat pagi, Paman!” sara Luke riang. Anak itu duduk dengan nyaman di jok belakang sambil memeluk sebuah iPad. “Maaf sudah merepotkanmu, Ed,” kata Hazel meringi

