Edgar kembali ke rumahnya dengan perasaan campur aduk. Pria itu menghempaskan tubuhnya ke ranjang dan menatap langit-langit lamar. Ingatannya kembali pada beberapa saat lalu, di mobil ia melamar Hazel. Jika diingat-ingat lagi, ia mengungkapkan hal itu dengan tidak romantis. Edgar mengusap wajahnya dan memejamkan matanya sejenak. Ia agak malu, andai saja ia benar-benar menyiapkannya. Pasti akan lebih baik lagi bukan? Edgar melirik jam di dinding yang sudah menunjukkan pukul sembilan malam. Sebaiknya ia cepat-cepat istirahat, agar esok tidak terlambat untuk ke kantor. *** Mood Hazel di pagi ini benar-benar sangat bagus. Setelah mengantarkan Luke ke sekolah ia berencana membersihkan rumahnya. Tak hanya itu saja, wanita itu juga tak lupa untuk mengembangkan senyumnya. Membuat Emma atau asi

