Yumna dan Hazel memesan secangkir kopi dengan dua potong kue sebagai camilan. Keduanya duduk di kursi yang ada di pojok cafe. Di waktu seperti ini pengunjung cafe tidak terlalu banyak. Pesanan mereka tiba. Edgar memilih untuk menyesap kopinya terlebih dahulu. Setelah puas, ia memfokuskan pandangannya pada Yumna. "Jadi, apa yang ingin kau bicarakan?" "Jadi kau sudah mulai mendekati Hazel ya?" tanya Yumna balik. Edgar menaikkan satu alisnya. "Iya, kenapa? Kau tidak suka?" balas Edgar cepat. "Tidak. Aku biasa saja. Lagi pula, sejak dulu aku tahu perasaanmu pada Hazel. Di masa lalu, terlihat jelas kau sangat menyukai kakak iparku," balas Yumna enteng. Gadis itu dengan santai memotong kuenya. Mata Edgar melotot. Apakah begitu? Kenapa Yumna bisa menyadarinya?? "Bahkan, Kak Jacob pun tahu k

