Hazel mendengus kesal setelah membaca pesan dari Gabriel pagi ini. Bisa-bisanya kakaknya itu mengatur kencan buta bersama seorang pria yang tidak ia kenal dan tanpa persetujuannya pula. Hazel membiarkan pesan tersebut tanpa membalasnya, lagi pula ia tidak berminat untuk datang pada pertemuan kencan itu. Kerjaannya cukup banyak, terlebih nanti siang ia harus menjemput Luke. Tidak ada waktu untuk makan siang bersama orang asing. “Mommy,” panggil Luke. Anak itu mendongak menatap Hazel. “Iya, apa?” “Antar Luke, nanti terlambat,” katanya. Hazel melirik jam di dinding, benar saja seharusnya ia sudah mengantar Luke ke sekolah. Hazel meraih tas Luke di atas ranjang dan membantu putranya memasang tas tersebut. Hazel langsung mengantar putranya ke sekolah. Kali ini Luke masuk ke dalam lingkunga

