Edgar menatap jam yang tertera di dinding kamar tahanannya. Ternyata masih pukul dua pagi, dan ia tersentak bangun dari tidurnya yang awalnya itu nyenyak. Pria itu mengubah posisi menjadi duduk lalu menatap sekitar kamar yang hening, tentu saja. Semua teman satu kamar tahanannya sudah tidur dengan nyenyak. Sekarang Jacob benar-benar tidak bisa tidur, karena empat puluh hari lagi, ia akan bebas dari penjara ini. Edgar sangat menantikan hal itu. Belakangan ini ia juga sudah membuat rencana untuk menata hidup barunya, dengan bantuan Dedrick juga tentunya. Edgar sudah merancangkan masa depan yang bagus untuk dirinya sendiri, dan ia harap Tuhan mau memberinya kesempatan dan memudahkan jalannya. “Ed, kau tidak tidur?” tanya seseorang tiba-tiba. Suaranya begitu mengejutkan Edgar yang melamun.

