Chapter 114

1850 Kata

Edgar kembali ke kantornya, raut wajah penuh kecemasan ia dapatkan dari Edmund. Dengan santai, Edgar berlalu melewati Edmund tanpa mengucap sepatah kata. “Tuan, anda kenapa pergi sangat lama? Katanya cuma mau cari udara segar, kenapa anda baru kembali sesudah jam makan siang?! Anda kira pekerjaan hari tidak banyak dan ada waktu banyak untuk bersantai?” omel Edmund sambil berkacak pinggang. Edgar mengorek telinga kanannya dan menatap Edmund dengan malas. “Kenapa sih cerewet sekali? Santai saja bisa, kan?” dengusnya. Edmund menghela napas berat, ia sudah tidak tahu lagi ingin membalas Edgar dengan kalimat apa. Tuannya ini benar-benar keterlaluan! Meninggalkannya dengan banyak kerjaan seorang diri. “Aku baru saja membeli bengkel,” ujar Edgar santai. “Makanya aku terlambat karena banyak ha

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN