Andrew dan asisten pribadinya tiba di Bandara Swiss sangat cepat. Tanpa membuang banyak waktu, ia segera ke rumah sakit yang diberitahu oleh Putrinya Yumna. Setibanya di rumah sakit, ia langsung dituntun sang perawat ke kamar inap Hazel. Di dalam kamar, ia melihat Hazel tidur dan juga cucunya tidur di sofa. “Daddy,” gumam Yumna lirih. Gadis itu bangkit dan berlari memeluk Andrew. Tangisnya tidak bisa dibendung lagi. Dalah keheningan, ia menangis. Andrew mengelus punggung Yumna lembut dan membisikkan kata-kata yang menenangkan. “Kak Jac...” bisik Yumna. Andrew mengangguk mengerti, sebagai seorang Ayah tentu ia juga sangat merasa kehilangan. Andrew menoleh ke belakang. “Max, tolong panggilkan Dokter,” titah Andrew pada asistennya. “Baik, Tuan.” Asisten Andrew yang bernama Maxello itu b

