Hazel sadar ketika satu jam setelah tiba di London. Yang pertama kali ia sadari ketika bangun adalah dirinya berada di kamarnya dan Jacob yang ada di mansion keluarga Simillian. Kilasan kejadian kembali terputar di dalam benaknya. Hazel menangis dalam keheningan. Cklek! Yumna datang dengan membawa satu nampan berisi makanan dan minuman hangat. “Hazel...” panggilnya lembut. Hazel tidak mendengarkan. Wanita itu menutup wajahnya dengan bantal dan menangis sejadi-jadinya. Yumna merasa tidak tega. Ia mendekati ranjang dan meletakkan nampan itu di nakas. Yumna duduk di tepian ranjang. “Haz, kau harus tegar. Jangan seperti ini,” bisik Yumna lirih. Hazel bergeming. Beberapa detik kemudian ia membalas. “Kau tahu apa, Na? Jacob pergi tanpa mengucapkan salam perpisahan padaku. Kenapa takdir be

