Dua minggu kemudian... Sudah empat belas hari Jacob meninggalkan Hazel, selama itu Hazel menutup dirinya dari dunia luar. Ia hanya berdiam diri di dalam kamar lamanya yang ada di rumah keluarganya yang kini di pakai sepenuhnya oleh Gabriel. Sedangkan Luke ia serahkan pada Gabriel dan Aleyna untuk mengurusnya. Tok... tok... tok... “Haz, bolehkah aku masuk?” tanya Gabriel. Hazel tidak menjawabnya, ia hanya menatap keluar jendela yang menyajikan halaman luas di mana Luke sedang bermain dengan sepupu kecilnya. “Hazel,” panggil Gabriel sekali lagi. “Pintunya tidak dikunci,” balas Hazel. Cklek! Gabriel mendorong pintu itu lalu melangkah masuk ke dalam kamar. Pria itu menghela napas berat melihat keadaan adiknya yang tidak baik-baik saja. Wajah Hazel sangat pucat. “Aku membawakan es kr

