Repot, deh. Anin menyemprot pewangi ke seluruh ruang tengah, sementara Bang Seril ngeluyur ke kamar mandi. Tamu di luar disuruh menunggu sebentar. Semoga tidak curiga, ya? Dan tak ada jejak apa pun terkait bercinta. Habis itu, Anin masuk kamar. Sekalian mau mandi. Salat Zuhur, kan, belum. Bang Seril cukup lama menghadapi tamunya. Anin beres salat, beliau muncul kemudian. "Lho, kok, udah junub?" Anin mengusap wajah habis doa. "Ya, kan, harus salat. Gimana, sih." Bang Seril terkekeh. "Mau nambah dulu seronde lagi padahal, Dek. Tiga puluh menit cukuplah." Anin mengerling. "Gak. Pas pagi aja tiga puluh menit katanya gak cukup." Oh, masih dendam. Bang Seril melanjutkan tawa kecilnya. "Oh, ya. Tadi Pak Brata, yang besok mau ngundang-undang acara empat bulanan kamu. Kelupaan katanya, diki