Bab 44. Pencerahan dari Oma Lita.

1019 Kata

Ketika selembar kertas putih yang bersih tidak sengaja dicoret, maka rusaklah kesucian kertas itu. Memang tidak bisa kembali pulih, tapi bukankah bisa di perbaiki? Samudra menatap Kyaranya tak menyangka. Tunggu, ia tidak salah dengar, kan? Dasar bodoh! Dia tidak salah dengar, Kyara benar-benar mengatakan tidak peduli padanya meski ia mati sekalipun. Ya, tuhan sakit sekali. Ternyata seperti ini rasanya di buang dan tidak di perdulikan. Tidak tahan terus dihina dan merasa percuma saja, pria yang tadi pergi dengan semangat itu kini pergi dengan lesu. Meninggalkan Jimmy dan Sasya yang memanggilnya. "Pergilah, kau memang tidak pantas di sini!" ucap Kyara yang juga kesal melihat Samudra pergi. Entahlah, kenapa Kyara bisa kesal, padahal ia sendiri yang mengusirya. Tak lama Jimmy juga pergi, m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN