Sesuai dengan ucapan dan tekadnya, pria yang terkenal tidak kenal lelah itu benar-benar kembali menemui mantan istrinya. Menatap Kyara yang ternyata sudah bekerja di cafe sebagai pelayan itu dengan seksama. "Ini, Tuan, pesanannya. Selamat menikmati!" tutur Kyara sopan. Tapi pembeli yang di berlakukan sopan itu malah lancang, meraih tangan Kyara dan menggenggamnya. "Siapa kamu? Sepertinya saya baru kali ini liat kamu," ucapnya dengan mata centil. Kyara terlihat tidak nyaman, menarik tangannya kasar. "Maaf, Tuan. Tapi tugas saya di sini hanya melayanimu, bukan menjawab pertanyaanmu!" "Heh, berani kamu sama saya!" Menggebrak meja hingga membuat semua yang ada di sana menatap mereka. Samudra hendak menghentikan, mencekik pria songong itu bila perlu. Tapi kedatangan seorang pemuda mengh

