Sadar dari pingsannya, Lita langsung membuka mata lebar. Ia ingat betul ia di sekap tadi. Tak lama seorang pria dengan topeng di wajahnya muncul. "Siapa kamu!" sentak Lita tak takut sama sekali. Orang itu tertawa lebar, sangat lebar bahkan sampai menggema mengisi seluruh ruangan. Tapi tunggu, Lita seperti mengenal tawa itu. "Ternyata kau sama saja, wanita tua. Tidak penakut dan sombong!" kata orang itu sembari menyalakan rokok dan menghisapnya. Sesaat Lita terdiam, ia tidak salah dengar, kan? Drama apa lagi ini? Masih pura-pura tak mengenalnya, Lita hanya diam. "Ada apa Nyonya Lita? Apa kamu takut mati?" "Jika kematianku begitu diharapkan anakku, maka aku tidak akan menolaknya," ungkap Lita sontak membuat orang bertopeng tadi melotot. "Apa maksudmu?" "Seharusnya aku yang bertan
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


