Kyara menatap pria yang baru saja merangkulnya itu lekat. "Mas?" "Iya?" "Mas dari mana?" "Parkir mobil. Kamu fikir ke mana?" "Pulang!" jawab Kyara jujur. Samudra sedikit tertawa, kemudian mencubit pipi Kyara gemas. "Aku ngga mungkin tinggalin istri dan anakku yang aku sayangi ini. Ayo, masuk!" "Tunggu!" Kyara menahan d**a bidang itu kuat. "Kenapa?" "Ibu kontrakan tadi bilang—" "Oh, itu. Iya, aku memang membelinya. Aku sengaja membeli bangunan ini khusus untukmu dan anak kita. Kamu bilang mau tinggal di sini, kan? Jadi yaudah, aku beli semua bangunan ini sekali. Biar kita nyaman." Kyara menatap pria yang ada di hadapannya itu lekat. "Kita?" "Iya! Apa ada yang salah?" Kyara mendorong d**a Samudra agar lebih menjauh dari pintu kontrakannya, "Maaf, Mas. Tapi aku ngga pernah bila

