Berbeda dengan Kyara yang syok, Samudra terlihat tersenyum tipis. Pria itu begitu senang, karena itu artinya tidak ada lagi alasan bagi Kyara untuk menolaknya. "Apa anda yakin, Dok?" tanya Samudra memastikan. "Sangat yakin! Saya sudah memastikannya tadi," jawab sang dokter yang langsung di sambar oleh Kyara. "Anda bilang itu hanya tes biasa. Kenapa anda berbohong pada saya?" Dengan nada tinggi Kyara bertanya. Ia merasa tertipu. "Kenapa anda marah, Nona? Bukankah seharusnya anda senang?" Kyara menatap dokter itu penuh kecewa, kemudian lari dan pergi dari sana. "Kyara, kamu mau ke mana? Tunggu!" Kyara tak menanggapi, terus lari dan pergi. Entahlah, Kyara tidak tahu apa dia harus senang atau bahagia atas kedatangan buah hatinya ini. Sementara hubungannya dengan Samudra sudah renggang,

