Cukup marah tapi juga cukup mengkhawatirkan, dengan sedikit simpatik Kyara usap dahi pria angkuh yang ada di pangkuannya ini. Hingga akhirnya angkot yang menganggkut mereka tiba di klinik terdekat. Dengan bantuan para penumpang angkot lain, Kyara memapah Samudra hingga ke depan klinik. "Ada yang bisa saya bantu, Mbak?" Kata seorang suster saat mereka tiba. "Ini, sus. Pria ini pingsan, dia saya temukan di depan kontrakan saya!" "Kontrakan, Mbak?" "Iya!" Suster tadi sedikit berkerut menatap Kyara, "Apa anda keluarganya?" "Ngga! Bukan." "Apa anda mengenal salah satu dari keluarganya?" tanya suster itu lagi. "Ya, saya kenal." "Kalau begitu bisa anda hubungi salah satu dari mereka?" "Oke, oke! Tapi bisa anda tolong pria itu lebih dulu? Saya takut di denda karena dia mati nanti!" Sust

