Ya Tuhan, kejam sekali perkataan itu. Padahal sudah Kyara baktikan semua hidup dan masa depannya untuk pria itu. Tapi apa ini? Samudra tidak peduli bahkan dengan nyawanya? Memang benar kata pepatah, jika sudah benci maka akan tetap benci sampai kapanpun. Tapi tidak, ini tidak benar. Kyara harus temui Samudra dan jelaskan semuanya. "Kamu!" Mata Samudra seperti hendak keluar saking melototnya. Ia terkejut sekaligus murka mendapati gadis penghianat itu masuk dengan lancang ke dalam ruangan ini. "Bagaimana bisa kamu masuk ke sini? Jimmy tangkap wanita itu!" teriak Samudra. "Mas, kumohon dengarkan aku dulu. Kamu pasti salah faham. Ayahku ngga mungkin ngelakuin itu." Seraya menggenggam lengan Samudra, Kyara mencoba menjelaskan. Ia sangat yakin, ayahnya tidak mungkin sekeji itu menghabisi s

