"Mas?" "Tuan?" Sama halnya seperti Anton. Kyara dan Jimmy menatap Samudra tak percaya. Samudra hanya bercanda, kan? "Jimmy! Apa kau tidak dengar ucapanku?" sentak Samudra dengan nada yang lebih tinggi. "Saya dengar Tuan, tapi?" "Mana sumpahmu yang akan menuruti semua perintahku itu hah!" Jimmy tertunduk dalam. Persetan dengan sumpah itu. Tidak, ini tidak benar. "Cepat lakukan, Jimmy!" desak Samudra sembari tersenyum devil, "Oh, atau kamu mau saya menggaulinya," ancam Samudra pada seseorang yang baru saja datang. Kepala Jimmy segera terangkat. "Sasya?" Leher Jimmy seperti tercekik. Kegilaan apa ini? Kyara segera berlari guna menghentikan "Tuan, apa yang kau lakukan? Tolong jangan sentuh adikku hiks!" Tapi tak di gubris, Samudra malah melakukan hal yang lebih menjengkelkan.

