15. Nggak Pernah Bisa Menolak!

1970 Kata

Tak lama setelah bersiap, Ayu Kinanti duduk di ruangan utama butik, di sana ada sofa panjang yang biasa digunakan oleh pembeli untuk menunggu teman atau keluarganya yang masih memilih pakaian. Hanya dalam hitungan menit Ayu bisa melihat dari dinding kaca butik, mobil Anggara meluncur masuk ke dalam halaman. Mobil tersebut berhenti dan Anggara keluar dari dalam mobil. Pria itu tersenyum melihat penampilan Ayu begitu cantik sore ini. Tanpa ragu, pria itu masuk ke dalam butik untuk menyapa Mariam sekaligus meminta izin untuk membawa Ayu Kinanti pulang bersamanya ke rumah. “Assalamu’alaikum, Bu?” “Wa’alaikum salam, Nak Gara.” “Bu, saya ke sini mau jemput Ayu. Ada beberapa dokumen yang harus Ayu isi untuk dikumpulkan di kampus besok.” Ucapnya. “Kenapa nggak ngisi di sini saja, to? Padahal

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN