"Cho, ngomong dong, jangan diam aja, gue tinggal tidur lho," ancam Nara. Namun, meskipun cowok itu berkata seperti itu tapi sesungguhnya dia tidak melakukan gerakan apapun. Hanya tangan sebelahnya yang masih menangkup kepala Matcha yang dengan pelan mengisik rambut gadis itu yang terjangkau oleh jarinya. "Kak Rain nembak gue, Kun," tanpa bereaksi atas ancaman Nara, Matcha malah dengan lirih tak ubahnya gumaman mengatakan uneg-uneg yang ingin dia sampaikan kepada Nara sedari tadi. Jemari Nara segera berhenti dari usikannya di rambut Matcha. Perlahan tangannya terlepas dari kepala mungil itu. Tubuhnya bergerak perlahan bangkit dari posisi sandarnya. Dan kini dia sudah duduk dengan tegak. Mengabaikan kepala Matcha yang lepas dari bahunya. Nara tepat menghadap ke wajah Matcha. Mata merek