BAB 14 Speechless

1755 Kata

Semilir angin memainkan rambut Matcha yang beberapa helai menjuntai di sekitar wajahnya. Dan, kembali tampilan alami itu membuat Rainhard yang sesekali menoleh pada gadis yang duduk di sampingnya terkesima. Dalam kondisi diam begini Matcha nampak anggun, sangat berbeda dengan dirinya ketika sifat usil tengah merasukinya. "Sudah siang nih, mau jalan lagi?" tanya Rain pada Matcha. "Masih pengin disini, Kak. Nyaman banget di bawah pohon rindang seperti ini, nggak bosen juga. Taman ini bagus dan luas, tenang tidak terlalu ramai," jawab Matcha yang entah hari ini kesurupan setan apa sehingga omongannya sangat wajar dan masuk akal, jauh dari sifat selengekannya sehari-hari. "Cha, boleh gue ngomong sesuatu ke elo?" tanya Rainhard hati-hati. Sesungguhnya sikap cowok itu sedari tadi nampak resa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN