Ara menggeliat dan membuka matanya, hari sudah pagi. Ia akan bangkit dari ranjang dan akan ke kamar mandi namun ia kembali terduduk di ranjang karena tangannya ditahan oleh Edgar yang msih memejamkan matanya. Ara menoleh pada Edgar dan tersenyum, suaminya itu tidur tapi kenapa bisa menahan tangannya. “Gar, aku mau mandi, sudah pagi.” “hemmm…” Edgar hanya bergumam pelan. Ara kemudian membaringkan diri dan mensejajarkan tubuhnya dengan Edgar, ia tatap wajah Edgar yang masih terpejam. Garis wajah Edgar tegas, walau usianya sudah diatas kepala 4 tapi ketampanannya masih terlihat jelas. “kamu tidak ke hotel?” “nanti.” “baiklah, kalau begitu lepaskan tanganku aku mau ke kamar mandi.” Edgar membuka matanya dan melihat Ara berbar

