Part 43

1695 Kata

Ara menguap, hari ini ia sangat lelah dengan kegiatannya, ia mulai kembali bertugas lapangan bersama Devana juga rekan lainnya, ia sudah selesai mandi dan akan segera tidur ia sangat mengantuk. Ara sudah berbaring dan memejamkan mata, tapi bunyi ponselnya yang ia letakkan di meja membuatnya mengurungkan niatnya, ia buka kembali matanya dan mengambil ponselnya, sebuah panggilan video dari Andrew. "Ada apa lagi nih cowok." gerutu Ara menghembuskan nafasnya kasar. Namun ia tetap menerima panggilan itu. "Halo.. Kenapa Ndrew?" Namun Ara tak melihat wajah Andrew, hanya suara suara berisik saja dan bayangan bayangan saja, sepertinya ponsel Andrew terletak di bawah. "Apa mau kalian....pergi." Ara mendengar suara Andrew. "Serahkan uangmu tuan Andrew William, pasti banyak kan di dompet ju

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN