Edgar menghempaskan tubuhnya di kursi kebesarannya, ia bingung dengan dirinya sendiri, kenapa belakangan ini ia jadi tidak bisa mengendalikan amarahnya, sedikit kesalahan dari pegawai sudah jadi alasan untuk memarahinya. Padahal sebelumnya ia tak pernah seperti ini, ia hanya mengingatkan pegawai yang melakukan kesalahan dan mengatakan untuk tak mengulanginya. Ia mengacak rambutnya, fikirannya kalut, ia sandarkan punggungnya di kursi, dipejamkan matanya dan wajah teduh Ara kembali melintas, hal itu mengingatkannya akan keputusan Ara yang mengakhiri hubungan mereka dan membatalkan pernikahan. Hal itu dilakukan Ara karena Edgar memintanya keluar dari kesatuannya, bukan tanpa alasan Edgar meminta hal itu, pertama ia tak ingin Ara terus terusan terluka saat menjalankan misi, misi

