Brata Terlibat?!

1302 Kata

Sampai hari menjelang sore, aku masih di rumah si Raka. Anak itu juga masih belum pulang. Aku juga belum memberi tahu si Raka kalau aku lagi ada di rumahnya. Gak apalah, biar dia lihat sendiri saat pulang. Walau hanya sofa jelek, tapi akhirnya aku bisa tidur nyenyak di sini tanpa diganggu siapa pun. Duh, kok lapar ya? Aku bangkit dan duduk. Memeriksa ponselku. Tak ada yang menghubungiku. Begitu juga dengan Pak Devan. Mungkin pria itu sudah menyerah, baguslah. Aku harus berusaha untuk melupakan semuanya. Ya aku gak munafik. Perasaan pada pria itu masih ada. Hanya saja semuanya tertutup oleh rasa sakit hati dan kecewa. Tega banget dia padaku. Capek-capek aku merasa iba dan kasihan saat dia sakit kemarin, ternyata semua itu hanya untuk membuat Arumi cemburu dan marah. Pak Devan masih menci

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN