Rafa 18

3465 Kata

Angin sore masih berhembus pelan di taman itu. Langit mulai berubah jingga, memantulkan warna hangat di permukaan kolam yang tenang. Tangan Kaima masih menggenggam tangan Rafa, namun kali ini genggamannya sedikit berubah—lebih erat, seolah ia sedang mengumpulkan keberanian untuk mengatakan sesuatu yang selama ini ia simpan terlalu lama. “Rafa…” Suaranya pelan. Rafa menoleh. “Iya?” Kaima menatap ke depan beberapa detik sebelum akhirnya berkata, “Kamu mau tahu nggak… sejak kapan aku suka kamu?” Pertanyaan itu membuat Rafa sedikit mengernyit. Namun bukan karena bingung. Lebih karena… penasaran. “Sejak kapan?” Kaima tersenyum kecil. Senyum yang berbeda dari biasanya. Lebih tenang. Lebih dalam. “Sejak dulu.” Rafa mengangkat alis sedikit. “Dulu?” Kaima mengangguk pelan. “Iya…

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN