Rafa 17

2393 Kata

Rafa berdiri beberapa detik di depan pintu kamar itu sebelum akhirnya mengetuk pelan. Jantungnya berdetak sedikit lebih cepat dari biasanya—bukan karena gugup tanpa alasan, tapi karena ada sesuatu yang baru saja berubah dalam hidupnya, sesuatu yang belum sepenuhnya ia cerna namun sudah ia putuskan. Ketika pintu terbuka perlahan, sosok yang ia lihat di sana langsung membuat seluruh kegelisahan itu mereda. Kaima berdiri dengan tubuh yang masih terlihat lemah, wajahnya pucat, namun senyum itu… tetap sama. Senyum manis yang selalu berhasil membuat Rafa merasa seperti pulang ke tempat yang tepat. “Kamu datang…” ucap Kaima pelan, suaranya masih sedikit serak, tapi penuh kehangatan. Rafa mengangguk sambil tersenyum kecil. “Aku bilang aku bakal datang lagi, kan?” jawabnya, mencoba terdengar biasa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN