Sore itu, suasana kafe tempat Rafa dan Sofia bertemu terasa lebih dingin dari biasanya. Bukan karena pendingin ruangan, tapi karena jarak yang perlahan terbentuk di antara keduanya. Sofia sudah duduk lebih dulu. Tangannya menggenggam cangkir kopi yang sejak tadi tidak ia sentuh. Matanya beberapa kali melirik ke arah pintu masuk, menunggu dengan perasaan yang semakin tidak tenang. Dan ketika akhirnya Rafa datang— Sofia langsung tahu. Ada sesuatu yang berbeda. Bukan hanya dari keterlambatannya. Namun dari cara Rafa berjalan. Dari cara ia menarik kursi. Dari cara ia duduk… tanpa banyak bicara. “Kamu lama.” Sofia membuka percakapan lebih dulu. Nada suaranya datar, tapi jelas menyimpan sesuatu. Rafa hanya mengangguk kecil. “Ada kerjaan.” Singkat. Seperti biasa. Namun kali ini…

