Patah hati terbesar dalam hidup Sinta bukanlah saat Rama pergi. Bukan pula saat jarak memisahkan mereka begitu jauh hingga ribuan kilometer terasa seperti jurang yang tidak mungkin dijembatani. Bukan itu. Selama ini Sinta selalu berpikir bahwa hari paling menyakitkan dalam hidupnya adalah hari ketika Rama meninggalkannya tanpa bisa ia tahan. Namun ia salah. Hari paling menyakitkan justru datang jauh setelah itu. Hari ketika ia melihat sebuah foto. Malam itu Sinta sedang berada di kamarnya. Rumah sudah sunyi. Rafa sudah tertidur di kamar orang tuanya, sementara Mila juga sudah masuk ke kamarnya sejak satu jam yang lalu. Sinta hanya duduk bersandar di tempat tidur dengan ponsel di tangannya. Awalnya ia hanya membuka media sosial tanpa tujuan. Menggeser layar dengan malas, melihat un

