“Mas!” Selena memukul pelan lengan Gibran. Dari tadi Selena memanggil lelaki itu dan tidak ada sahutan dari Gibran. “Ya, sayang? Ada apa?” tanya Gibran menatap pada Selena. Gibran masih kesal dengan apa yang dilakukan oleh Maya yang mengaku hamil di perusahaannya tadi. Dan untung saja tidak ada yang percaya dengan apa yang dikatakan oleh wanita itu. “Kamu mikirin apa sih Mas? Aku lagi nanya loh Mas. Kamu udah bagikan undangannya sama rekan-rekan kerja kamu. Kamu mau nambah undangannya lagi nggak?” tanya Selena, menatap pada Gibran yang mengaruk pelipisnya. Selena tahu ada yang dipikirkan oleh Gibran sekarang. Dia penasaran apa yang dipikirkan calon suaminya ini. Dan sangat berat sekali beban pikiran yang sedang dipikirkan oleh lelaki itu. Apakah ada masalah dengan persiapan pernikaha