Bab 11: Malam Pembantaian Hujan turun seperti ribuan jarum perak, menusuk kulit, membasahi darah sebelum sempat mengering. Angin malam menderu, membawa bau tanah basah, besi karat, dan janji kematian. Di tengah ladang Blackwood yang gelap gulita, hanya satu titik cahaya merah berkedip lemah di pos jaga. Dua penjaga berdiri di bawahnya, napas mereka membentuk kabut kecil di udara dingin. Mereka tidak pernah tahu apa yang datang. Rhea muncul dari kegelapan seperti hantu yang lahir dari badai itu sendiri. Exosuit hitam matte menempel ketat pada tubuhnya, menyerap cahaya, membuatnya nyaris tak terlihat. Rambutnya yang biasanya tergerai liar kini diikat tinggi, basah menempel di leher. Matanya, hijau zamrud yang dulu penuh keraguan, kini hanya menyisakan satu warna: dingin. Ia melangk

