BAB 21

1189 Kata

# Pantai Utara Portugal – 17 Mei, Pukul 02.14 Pagi Pintu depan terbuka tanpa suara. Aurora menyelinap masuk, menyeret koper hitam kecil dengan satu tangan. Sepatu bot tempurnya sudah ia tanggalkan di teras, kebiasaan lama yang tak pernah hilang. Rumah gelap, hanya lampu dapur yang menyala redup. Bau tajam ikan teri goreng dan kopi hitam pekat langsung menyergap hidung. Di meja makan, Kaelen duduk. Kaus hitamnya lusuh, rambutnya dipenuhi uban di samping, namun mata abu-abu bajanya masih setajam silet. Di depannya terhidang piring tuna bakar utuh, sudah setengah habis. Di sampingnya, Rhea, bersandar santai di kursi dengan kaki terangkat di atas meja, pisau lipat berputar-putar lincah di sela-sela jarinya. Mereka tidak bergerak saat Aurora masuk. Hanya mata mereka yang mengawasi. Auro

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN