Bab 46. TARIAN DI ATAS KERIKIL TAJAM Sintra, Portugal – Ruang Bawah Tanah Kediaman Valente, Satu Bulan Sejak Keputusan Aurora Udara di ruang bawah tanah itu terasa dingin, lembap, dan berbau logam—perpaduan antara bau senjata yang baru dibersihkan dan keringat dingin. Ruangan ini bukan lagi tempat penyimpanan anggur tua, melainkan sebuah laboratorium perang. Di tengah ruangan, Aurora berdiri tegak, napasnya diatur sedemikian rupa, sementara Rhea berdiri lima langkah di depannya, memegang sebuah map hitam berisi profil target. "Siapa kau?" tanya Rhea, suaranya kering, tanpa emosi seorang ibu. "Anindya Sutanto," jawab Aurora datar. "Bohong," bentak Rhea. Ia mendekat, menatap mata Aurora dengan tajam. "Anindya Sutanto tidak memiliki mata yang penuh dendam. Dia adalah seorang janda yang g

