Tamu Tidak Diundang

2108 Kata

Pada akhirnya, setelah sepuluh hari yang terasa seperti lipatan waktu yang hangat, padat, dan penuh jeda, akhirnya mereka kembali ke Jakarta. Marsha menghabiskan hampir seluruh perjalanan dengan menyandarkan kepala ke bahu kursi, kadang mengeluh pegal, kadang menghela napas panjang, kadang merengek tanpa benar-benar meminta apa pun. “Pak, makanannya gak sesuai selera saya.” “Ih, ini kaki saya pegal.” “Bapak…. Jangan tidur duluan.” Kalandra lebih banyak diam, tetapi bukan diam yang dingin, tangannya sesekali berpindah ke sandaran Marsha, memastikan perempuan itu tidak terguncang setiap kali pesawat bergetar ringan. Sore hari menyambut mereka ketika roda pesawat menyentuh landasan. Marsha menatap jendela penutup kecil dan menatap ke luar, ke garis langit yang ia kenal, yang kerap ia cac

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN