Cemburunya Sang Jendral

2401 Kata

Ibu Rindiani melangkah mantap di basement apartemen, suara sepatunya bergema ringan di ruang parkir yang dingin dan bersih. Begitu matanya menangkap mobil Kalandra terparkir rapi di tempat biasa, sudut bibirnya terangkat tipis. Sudah pulang, batinnya. Berarti Marsha juga ada disana. Ah, Ibu Rindiani sudah rindu dengan menantunya yang cerewet tersebut. Di tangannya, sebuah tas anyam berisi botol-botol kecil jamu kehamilan yang ia pesan khusus dari kenalannya. Bukan karena ia terlalu yakin, melainkan karena naluri seorang ibu jarang keliru. Mereka pasti bulan depan bakalan dapat kabar bagus tentang kehamilan Marsha, tinggal didorong sama jamu aja. Ibu Rindiani tahu passcode pintu penthouse itu dan tanpa ragu menekan angka-angka dengan cekatan. Pintu terbuka, aroma rumah yang hangat langsun

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN