Komando dari Jendral

2425 Kata

Setelah belajar berdansa, mereka meluncur ke mall. Malam sudah turun, tapi pusat perbelanjaan itu masih hidup dengan lampu putih hangat, lantai mengilap, dan aroma roti panggang bercampur kopi dari kejauhan. Kalandra mendorong troli dengan langkah tenang, sementara Marsha bergerak lincah dari rak ke rak, membaca label, menimbang rasa, mengangguk kecil seolah sedang menyusun peta kecil di kepalanya. Bibi Nida tidak tinggal malam, itu sudah jadi kesepakatan yaitu pagi datang, sore pulang. Jadi stok camilan harus aman. Marsha mengambil granola cokelat. “Um…. Mahal juga ya, mending merk lain aja,” ucapnya kemudian menyimpan kembali. “Yang ini…. kenapa pada mahal sih sekarang?” “Buset deh emang wajar ya cokelat semahal ini?” “Biskuit gandum favorite aku,” gumamnya. “Jadi naik harganya.” Ka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN