Bab 61 Kecurigaan pada Talita

1608 Kata

Wira menerima panggilan itu sambil berjalan ke arah jendela besar. Suaranya rendah, namun penuh kendali, seperti biasa. “Halo, Dan! Apa yang membuatmu sulit tidur kali ini?” Wira terdiam, mendengarkan suara dari seberang. Beberapa saat kemudian, raut wajahnya berubah sedikit tegang. Wira mendengarkan dengan seksama, sesekali menyentuh keningnya dengan ibu jari dan menghela napas panjang. Satu masalah di Jakarta muncul dari proyek yang tengah dikerjakan—hal yang seharusnya tidak mengganggu masa bulan madunya, namun tak bisa ia hindari. ‘Well,’ batinnya, ‘inilah konsekuensi dari dunia yang tidak pernah benar-benar tidur. Bahkan ketika aku ada di sisi dunia yang berbeda, bisnis tetap bergerak. Dan kalau aku lepas tangan sepenuhnya, reputasi yang kami bangun bersama bisa runtuh.’ Sambil t

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN