“Lo yakin bakal ngasih gue lima puluh juta kalau gue ngasih tahu di mana Niko?” “Ya, tapi kamu nggak boleh berbohong. Harus alamat Niko yang seratus persen benar. Saya yakin kamu tahu, makanya saya berani memberikan penawaran ini.” “Kenapa berani memberikan uang se-banyak itu cuma buat tahu di mana Niko sekarang? Gue masih nggak habis pikir.” “Bukan urusan kamu. Kamu hanya perlu memberi tahu saya, cuma yang pasti keberadaan Niko ... sangatlah penting bagi saya,” tegas Elan. “Sebenarnya Niko ada di....” “Di mana?” tanya Elan cepat, karena pria di hadapannya seolah sengaja menggantung ucapannya. Alih-alih melanjutkan ucapannya, pria itu malah tersenyum. Hal itu membuat Elan semakin kesal. “Aduh, bisa-bisanya gue hampir kepikiran buat menipu lo,” kekeh pria itu. “Asal lo tahu, gue bisa

