Orangtua Bina dan orangtua Niko—dua keluarga itu sudah kembali berkumpul di rumah seperti biasa. Bedanya, mereka hanya berempat. Tidak ada anak-anak mereka. Rumah pun terasa jauh lebih sepi karena para penghuninya sedang frustrasi di kamar masing-masing. Puri sedang meringkuk di tempat tidurnya, sedangkan sang suami berusaha membawakan sarapan sekaligus makan siang untuk istrinya itu. Namun, boro-boro disentuh, dilirik saja tidak. Puri benar-benar tidak nafsu makan. “Bu, tolong makan dulu. Sedikit saja tidak apa-apa.” “Ini sudah salah sejak awal. Kalau saja kita semua tidak melarang hubungan Bina dan Niko, mungkin sekarang mereka masih bersama kita,” ucap Puri dengan nada kesedihan yang sangat kentara. Bahkan, semalaman wanita paruh baya itu tidak bisa tidur karena memikirkan nasib anak

