“Aku pernah bertemu dua-duanya,” ucap Bina. “Maksud kamu ... Joe Ernando sama Moza Karenina?” Bina mengangguk-angguk. “Mereka pernah jadi brand ambassador Noira, tempat aku kerja sebelum datang ke sini.” Bina melanjutkan, “Ah, tapi aku juga kenapa? Malah membahas soal ini. Kalau begitu aku pamit dulu ya, Pak.” Baru beberapa langkah, Bina spontan berhenti saat Satya kembali memanggilnya. “Iya?” tanya Bina sambil memutar tubuhnya, kembali menghadap Satya. “Bisakah jangan panggil saya dengan sebutan ‘pak’? Jujur, saya belum se-tua itu,” pinta Satya. “Terus aku manggilnya nama langsung, gitu? Satya?” Satya terkekeh. “Saya baru 33 tahun.” “Wah, lumayan jauh bedanya. Aku baru lahir tapi Pak Satya udah masuk SD. Haruskah aku panggil om aja?” “Saya akan sangat berterima kasih kalau kamu

