Bab 16 - (Khilaf) Mandi Bareng

1820 Kata

“Kak, hujan!” Bina setengah berteriak agar terdengar oleh Niko yang saat ini sedang nyetir motor. Harus agak berteriak agar suaranya bisa terdengar jelas lantaran mereka sama-sama memakai helm. Gerimis dengan cepat berubah menjadi hujan yang cukup deras. “Mau neduh atau gimana?” tanya Bina lagi. Ini adalah kedua kalinya Bina dan Niko hujan-hujanan saat hendak pulang. Pertama saat mereka sepulang dari kelab malam lalu memutuskan menjadi saudara yang akrab. Sedangkan kedua kalinya adalah sekarang ... saat mereka telah resmi berpacaran. “Tanggung, lanjut aja deh,” putus Niko. “Peluk yang kenceng, kakak mau ngebut.” Bina tidak menjawab, melainkan langsung memeluk Niko dengan sangat erat. Meskipun basah kuyup, mereka tetap melanjutkan perjalanan hingga akhirnya tiba di rumah dengan selamat.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN