Niko mengeluarkan motor matic milik ayahnya ke halaman rumah. Motornya langsung di-standar dua, Niko memanaskannya terlebih dahulu sebelum nanti dipakai untuk mengantar Bina. Untungnya bensinnya cukup sehingga Niko bisa mengisi gantinya se-pulang mengantar Bina saja. Setelah memanaskan motor, Niko masuk ke rumah. Ia langsung dibuat heran oleh Bina yang sedang mencari-cari sesuatu. “Kamu nyari apa, Bin?” “Semalam Kak Niko beresin tasku pas ngepel lantai, kan? Nemu tumbler nggak, Kak, di dekat tasnya?” Niko menggeleng. “Enggak ada tumbler.” “Apa jatuh, ya? Perasaan pas pulang kerja aku masukin tas. Tapi nggak ada,” kata Bina. “Yakali ketinggalan di ruang rawat Tiwi,” sambungnya. “Mau pakai tumbler punya kakak?” tawar Niko. “Ah, aku inget sekarang. Tumbler-nya memang ketinggalan.” Bisa

