Bab 44 - Ayo Kawin Lari!

1350 Kata

Suara seseorang di seberang telepon sana terdengar parau. Kentara sekali sedang tidur tapi diganggu oleh Elan. Tentu saja Elan paham betul betapa tidak sopannya menelepon jam segini, tapi ia tidak punya pilihan. Ia ingin memastikan sendiri kalau kekhawatirannya tidaklah terbukti. “Sebelumnya maaf karena mengganggu malam-malam.” “Tidak apa-apa, Mas Elan nelepon jam segini pasti ada alasannya,” jawab Baskara di ujung telepon sana. Suaranya tidak se-parau tadi. “Katakan, ada apa? Pasti ada sesuatu, kan, Mas El?” “Apa Niko ada di rumah?” Mendengar pertanyaan Elan, Baskara agak mengernyit. “Niko tadi sore ngabarin kalau dia mau lembur di kontrakan yang dia sulap menjadi studio. Sebenarnya ada apa, Mas El?” Bagaimana ini? Elan semakin tidak tenang. “Ini udah biasa, kok. Niko kalau habis ad

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN