Bab 47 - Kacau

1570 Kata

Sejak tadi pagi Puri marah pada Baskara. Ia benar-benar tidak mengerti dengan jalan pikiran suaminya itu, bisa-bisanya mengambil tiga hal penting yang seharusnya tetap berada di tangan Niko. Sekalipun Baskara berdalih apa yang dilakukannya untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, tapi tetap saja itu keterlaluan. Sungguh, Puri tidak sependapat dengan suaminya. Makanya sejak tadi pagi wanita paruh baya itu tidak mau berbicara, lebih memilih mendiamkan sang suami. Waktu menunjukkan lewat pukul sepuluh pagi saat Puri sedang berbaring menyamping di tempat tidur yang ada di kamarnya. Tiba-tiba, pintu kamar terbuka. Tentu saja Baskara yang melakukannya. Pria paruh baya itu saat ini sedang berjalan mendekat. Sontak, Puri sengaja menutup matanya, berpura-pura kalau dirinya sedang tidur. “Ay

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN