“Momen begini tadinya cuma ada di angan dan mimpi aja, tapi aku bersyukur banget ... ini nyata. Kita akhirnya bisa makan bersama lagi,” ucap Bina, tepat setelah Niko duduk di tempat yang sempat Satya duduki tadi. “Setiap hari kami selalu mengharapkan hal yang sama, yaitu kalian kembali,” Puri. “Rasanya menyesal terus setiap hari. Andai kami merestui sejak awal, pasti tidak akan begini.” “Niko, ayah kamu sempat sakit karena merasa bersalah,” tambah Puri. “Ibu kamu juga sempat tidak mau makan, Bin,” timpal Hamdani. “Selama beberapa waktu kami kehilangan nafsu makan, tapi yang paling parah memang Selin dan Mas Bas,” sambungnya. “Itu karena di antara kita berempat, saya dan Mas Bas yang paling bersikeras memisahkan Bina dan Niko,” jawab Selin. “Mana kalian tidak bawa dompet dan hape pun k

