Cukup terkejut saat dengan tiba-tiba sepasang tangan melingkar diperut. Tapi detik kemudian ia tersenyum setelah mengetahui siapa pemilik tangan itu. Terlebih lelaki bergelar suami itu mencium pipi dari samping, membuatnya tersenyum bahagia. Merasa menjadi wanita paling sempurna karna mendapatkan cinta yang utuh. Sherina berbalik, saling berhadapan dengan tanpa jarak. Sama-sama tersenyum dengan mata yang menyatu dalam tatapan. Lalu tersenyum penuh kebahagiaan. Detik kemudian bibir mereka menyatu, saling mengecup, melumat seperti biasanya. Satu tangan Vasco memegangi tengkuk Sherina, membuat ciuman keduanya makin dalam. Bertukar saliva dengan sedikit rakus. “Yaang, bikin anak, yuuk.” Ajak Vasco Sherina tersenyum malu, ngangguk kecil. “Tapi ... pelan ya, aku takut.” Hanya tersenyum, kemb