Kedua bahu Andra melemah membaca pesan masuk dua jam lalu. [Ndra, gue pergi ke paris dua minggu] Pesan dari Sherina membuatnya malas melakukan apapun. Diam menatap layar komputer didepannya. Bayangan wajah Sherina yang sekarang sedang berbulan madu itu memenuhi kepala. Merem dalam, mencoba menstabilkan perasaannya yang kini terasa ambyar. “Pak, tukar duit.” Suara seseorang membuatnya bangun dari lamunan. Ada Lita yang berdiri dimeja depannya dengan menenteng tas kecil berwarna orange. Andra menghela nafas lebih dulu, lalu membuka laci, mengambil dua ikat uang dan menyerahkan ke Lita. “Pak Andra pusing? Mau diambilkan obat?” tawar gadis berambut pirang ini. Andra geleng kepala. “Cuma butuh istirahat sebentar.” Jawabnya cuek. “Eemm, yaudah, saya ngasir di nomor berapa, pak?” tanya Lit