Aman dibaca saat tidak berpuasaa * * Sherina mengambil sendok makan, lalu menyendok kuah ayam yang masih ada diatas kompor. Mencicipinya, diam sesaat. “Heemm ... baunya enak banget, yaang.” Vasco muncul di dapur. Melingkarkan kedua tangan keperut tipis istrinya. “Mau icipi nggak? Keknya sih udah pas.” Risih sebenernya, karna nggak terhitung, sehari berapa kali Vasco akan memeluknya posesif begini, lalu bertopang dagu dibahunya. Dan kali ini ... udah biasa. “Langsung makan aja kenapa sih? Aku selalu percaya sama masakan kamu.” Sherina terkekeh kecil. Memang Vasco tak pernah komplain apapun sama makanan yang selalu Sherina hidangkan. Apapun itu, pasti dia akan terlihat sangat menikmati dan menghabiskannya. Itu bisa dilihat dengan kedua pipi Vasco yang sekarang terlihat lebih cubby.