EXTRA PART AYA 2. 16

875 Kata

Rahmi sudah diijinkan ke luar dari rumah sakit, setelah dua hari dirawat. Aya, dan Ami pulang ke rumah Al, atas permintaan ibu Al, sebelum mereka kembali ke kampung. "Kita tidul di lumah Om Al, Kak Aya?" tanya Rahmi, saat Al membawa mereka. "Iya, Sayang. Biar hati Nini Om Al senang. Membuat orang senang, nanti Ami bisa dapat pahala." Aya tersenyum pada Rahmi. Agar gadis kecil itu tidak merasa gelisah. "Kalau dapat pahala banyak, nanti Ami masuk sulga, bisa bertemu Mama, dan Abah Ami ya, Kak Aya." "Iya, Sayang." Aya tidak bisa berkata-kata lagi. Setiap Ami menyebut abahnya, perasaan Aya tak bisa mengingkari, hadir pedih di relung hatinya. Bukannya ia tidak ikhlas, dengan kepergian Aman. Namun, saling mencintai tak bisa bersama, itu sakit yang sulit disembuhkan. Apa lagi terpisah oleh ke

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN