Aya terbangun, karena Al membangunkannya. "Ehm ...." Aya mengusap mata, dan sudut bibirnya. "Apa?" Aya menatap Al yang berdiri di hadapannya. "Shalat subuh dulu." "Aku tidak membawa mukena karena tergesa," ucap Aya dengan suara pelan. "Itu, tadi Abangmu kembali, dia membawakan pakaian ganti, juga mukena. Bibi ikut pulang dengan dia." Al menunjuk tas di dekat kaki Rahmi yang masih tertidur. Aya bangun dari duduknya, namun ia terhuyung karena merasa pusing, setelah mendadak berdiri. Al memegang lengan Aya, dipeluk pinggang Aya, agar Aya tidak jatuh. Wajah Aya mendongak tanpa sadar. Sementara wajah Al menunduk. Tatapan mata mereka bertemu. Perlahan, tatapan Al berpindah ke bibir Aya. Wajah Al mendekat, semakin dekat. Aya tak mampu bergerak, tatapannya lekat ke wajah Al yang semakin deka

